Mengapa Ada Orang Alergi Selai Kacang? Ini Penjelasan Ilmiah dan Faktanya
Selai kacang dikenal sebagai makanan lezat, bergizi, dan praktis. Namun, bagi sebagian orang, selai kacang bukanlah camilan yang menyenangkan—melainkan pemicu alergi serius. Bahkan, alergi kacang termasuk salah satu alergi makanan paling umum dan berpotensi berbahaya di dunia.
Lalu, mengapa ada orang yang alergi terhadap selai kacang, sementara yang lain bisa mengonsumsinya tanpa masalah? Artikel ini akan membahas penyebab alergi selai kacang, mekanisme reaksi alergi, faktor risikonya, serta cara menghindari dan mengelolanya.
Apa Itu Alergi Selai Kacang?
Alergi selai kacang adalah reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap protein dalam kacang tanah. Selai kacang dibuat dari kacang tanah yang dihaluskan, sehingga protein pemicu alergi tetap utuh dan dapat memicu reaksi pada orang yang sensitif.
Berbeda dengan intoleransi makanan, alergi selai kacang melibatkan sistem imun dan bisa menyebabkan reaksi ringan hingga mengancam nyawa.
Bagaimana Reaksi Alergi Selai Kacang Terjadi?


4
Pada orang yang alergi, sistem imun salah mengenali protein kacang sebagai zat berbahaya. Akibatnya, tubuh memproduksi antibodi (IgE) yang memicu pelepasan histamin dan zat kimia lain.
Zat-zat inilah yang menyebabkan berbagai gejala alergi seperti:
- Gatal
- Ruam kulit
- Pembengkakan
- Gangguan pernapasan
Reaksi ini bisa terjadi dalam hitungan menit setelah mengonsumsi atau bahkan hanya menyentuh selai kacang.
Mengapa Selai Kacang Sering Menyebabkan Alergi?
1. Protein Kacang Sangat Alergenik
Kacang tanah mengandung beberapa jenis protein yang sangat kuat memicu reaksi imun. Protein ini:
- Sulit dihancurkan oleh panas
- Tetap aktif meski sudah diolah
- Mudah diserap tubuh
Itulah sebabnya alergi tetap terjadi meski kacang sudah diolah menjadi selai.
2. Paparan Dini yang Tidak Tepat
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola paparan kacang pada masa bayi dapat memengaruhi risiko alergi.
Faktor yang berperan antara lain:
- Terlambat mengenalkan kacang
- Riwayat eksim berat pada bayi
- Riwayat alergi makanan lain
Sistem imun bayi yang belum matang lebih rentan membentuk respons alergi.
3. Faktor Genetik (Keturunan)



4
Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat:
- Alergi makanan
- Asma
- Eksim
- Alergi debu atau serbuk sari
maka risiko anak mengalami alergi selai kacang menjadi lebih tinggi. Genetik berperan besar dalam menentukan bagaimana sistem imun bereaksi terhadap alergen.
Gejala Alergi Selai Kacang



4
Gejala alergi selai kacang bisa berbeda pada setiap orang, mulai dari ringan hingga berat.
Gejala Ringan–Sedang:
- Gatal di mulut atau kulit
- Ruam atau biduran
- Mual atau muntah
- Diare
- Hidung tersumbat
Gejala Berat (Anafilaksis):
- Pembengkakan bibir, lidah, atau tenggorokan
- Sesak napas
- Penurunan tekanan darah
- Pusing atau pingsan
Anafilaksis adalah kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera.
Apakah Alergi Selai Kacang Bisa Hilang?
Sayangnya, alergi selai kacang cenderung menetap seumur hidup. Berbeda dengan alergi susu atau telur yang bisa hilang seiring bertambahnya usia, alergi kacang tanah lebih jarang sembuh secara alami.
Namun, beberapa orang bisa mengalami:
- Reaksi yang semakin ringan seiring waktu
- Toleransi terbatas dalam pengawasan medis
Meski demikian, penderita alergi tetap disarankan menghindari selai kacang sepenuhnya.
Apakah Semua Kacang Menyebabkan Reaksi yang Sama?
Tidak selalu. Alergi selai kacang secara spesifik terkait dengan kacang tanah, yang secara botani termasuk legum, bukan kacang pohon.
Artinya:
- Seseorang bisa alergi kacang tanah tapi tidak alergi almond atau mete
- Namun, ada juga yang alergi terhadap banyak jenis kacang sekaligus
Karena risiko kontaminasi silang, banyak penderita memilih menghindari semua produk kacang.
Faktor Lingkungan yang Memperparah Alergi



4
Beberapa faktor lingkungan yang meningkatkan risiko reaksi:
- Makanan olahan dengan jejak kacang
- Kontaminasi silang di dapur
- Debu atau partikel kacang di udara
- Kurangnya pelabelan makanan yang jelas
Inilah alasan mengapa alergi selai kacang sering menjadi perhatian besar di sekolah dan tempat umum.
Cara Mencegah Reaksi Alergi Selai Kacang
1. Hindari Semua Produk Berbasis Kacang
Periksa label makanan dengan teliti, termasuk tulisan:
- “Mengandung kacang”
- “Diproduksi di fasilitas yang mengolah kacang”
2. Edukasi Diri dan Lingkungan
Penting bagi keluarga, teman, dan sekolah untuk memahami kondisi alergi agar bisa membantu mencegah paparan.
3. Bawa Obat Darurat Jika Diperlukan
Bagi penderita alergi berat, dokter biasanya menyarankan membawa obat darurat untuk reaksi alergi parah.
Alternatif Selai Kacang untuk Penderita Alergi



4
Kabar baiknya, ada banyak alternatif yang aman:
- Selai biji bunga matahari
- Selai kedelai (jika tidak alergi)
- Selai wijen
- Selai cokelat tanpa kacang
Alternatif ini memberikan rasa dan tekstur mirip tanpa risiko alergi.
Mitos Seputar Alergi Selai Kacang
Beberapa mitos yang perlu diluruskan:
- ❌ Alergi hanya terjadi jika makan banyak
- ❌ Memasak bisa menghilangkan alergi
- ❌ Alergi bisa sembuh sendiri tanpa pengawasan
Faktanya, sedikit paparan saja bisa memicu reaksi serius pada orang yang alergi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi jika:
- Mengalami reaksi setelah makan selai kacang
- Memiliki riwayat alergi keluarga
- Anak menunjukkan gejala alergi makanan
Diagnosis yang tepat sangat penting untuk mencegah risiko di kemudian hari.
Kesimpulan
Alergi selai kacang terjadi karena reaksi berlebihan sistem imun terhadap protein kacang tanah, dipengaruhi oleh faktor genetik, paparan dini, dan kondisi lingkungan. Meski selai kacang aman bagi banyak orang, bagi penderita alergi, makanan ini bisa memicu reaksi serius bahkan mengancam nyawa.
Kesadaran, edukasi, dan pencegahan adalah kunci utama dalam menghadapi alergi selai kacang. Dengan mengenali gejala dan menghindari pemicunya, penderita alergi tetap bisa menjalani hidup yang aman dan nyaman tanpa rasa khawatir.